
Pilar Events

PRODUCT KNOWLEDGE Untuk,......
Pulang dari suatu plaza yang kebetulan lagi banyak stand direct selling, seorang teman berkomentar ‘nylekit’ “ SPGnya payah banget. Saat saya mengambil brosur, mereka tidak merespon dengan sigap. Yang satu lagi asyik sms-an sambil senyum-senyum, yang satunya ikutan baca brosur tapi sama bingungnya dengan saya, yang lainnya juga payah… Penampilan sih menarik, tapi kalo ngga simpatik apalagi cuek mentang-mentang cantik sama saja payah”.
“Iya, masak SPG produk ‘itu’ sama sekali ngga bisa jelasin fitur produk & kelebihannya. Saya tanya 3 hal berbeda, jawabnya : Ngga Tahu. Lha gimana kita mau beli ?” teman sebelahnya menambahkan daftar dosa ‘peran’ mereka.
Komentar miring di atas, tentu tidak diinginkan oleh seorang SPGJogja maupun Agency yang merekrut apalagi Perusahaan pengguna jasa mereka. Untuk mengatasi keluhan senada, SPGJogja harus membekali diri dengan “PENGETAHUAN PRODUK” selengkap mungkin. Jangan hanya secukupnya.
Beberapa langkah yang bisa ditempuh a.l.:
1.Baca Info tentang produk / perusahaan.
Jika tersedia leaflet, brosur, catalog atau bahan bacaan lainnya BACALAH !! hapalkan !! kuasai !! sedini mungkin. Kalaupun ada session training, anggap hal itu sebagai penyegaran atau klarifikasi hal-hal yang belum dimengerti. SPG yang telah mengerjakan PR ‘membaca’ pasti pertanyaannya lebih bermutu. Dewasa ini info tentang produk & perusahaan juga banyak tersedia di internet. Jadi tidak ada keterbatasan bahan bagi SPG yang mau maju.
2.Baca Testimonial / Referensi Konsumen yang Puas
Kesaksian konsumen yang puas, seringkali sudah termuat dalam brosur atau leaflet. Walau demikian, galilah lebih dalam. Bacalah lebih banyak testimonial positif dari konsumen yang sudah puas. Mintalah ke perusahaan atau dapatkan dari internet. Seorang SPGJogja akan menjadi lebih percayadiri saat mempromosikan produk, jika dia sudah membaca banyak testimoni positif konsumen.
3.Ikuti Training Sessions
Jangan mengikuti session training tanpa bekal bacaan yang cukup. Perusahaan memberikan training kepada SPG agar lebih dalam mengetahui fitur & kelebihan produk. Bukan hanya kulit yang membungkus manfaat atau sensasi produk tersebut. Jadi, selesaikan PR Anda. Baca !!!. Didalam training, SPG juga sering mendapatkan tehnik presentasi, metode handle konsumen, dll.
4.Praktekkan Peran Penjual
Pengetahuan saja akan sia-sia, jika Anda tidak bisa menggunakannya. Agar menghasilkan, pengetahuan tersebut harus dijabarkan dalam tindakan penjualan di lapangan. Salah satu session dalam sebuah training adalah simulasi praktek, untuk menguji penguasaan SPG tentang kelebihan produk yang akan mereka tawarkan lengkap dengan kisah testimoni konsumen yang puas. Lakukan simulasi praktek tersebut lagi, lagi, dan lagi. Ingat pepatah “practice make perfect”.
Seorang SPG pada akhirnya memang harus ‘menjual’. Kalaupun bukan program direct selling, keterlibatan SPG pasti diharapkan turut ‘menjual’ citra brand atau image perusahaan yang punya ‘gawe’. Apa yang bisa diharapkan, jika seorang SPG tidak tahu fitur /kelebihan produk yang dia tawarkan ? Apakah seorang SPG bisa menjaga citra brand & perusahaannya jika dia tidak tahu tentang sejarah prestasi dan positioning perusahaan tersebut ?
Ada yang bilang “Bekal PENGETAHUAN PRODUK atau Product Knowledge saja tidak cukup”. Benar. Banyak artikel & buku sales menjelaskan Inti Penjualan ada dua yaitu : Product Knowledge dan People Knowledge. Hingga tahapan ini, setidaknya, seorang SPGJogja sudah mengetahui beberapa langkah untuk menguasai Product Knowledge.
Artikel berikutnya tentang People Knowledge bakal sangat menarik. Tetapi SPGJogja tentu akan menuntaskan lebih dulu penguasaan tentang Product Knowledge di atas.
Pasti Bisa…
Pilar News & Reference
BAGAIMANA MENCIPTAKAN PESAN MARKETING YANG SUKSES MENGGELEGAR
By Joko Susilo ..Selengkapnya..
STRATEGI MENJAGA PELANGGAN LOYAL
Bisnis memiliki ketidakpastiannya sendiri. Mengakrabkan diri dengan segala ketidakpastian bisnis menjadi pilihan yang tidak bisa ditawar. Berbagai strategi untuk..Selengkapnya..